Jumat, 04 November 2016

Teks Sejarah

Ibu ku pahlawan ku

Nunung Dwi Purwati, anak pasangan dari Sujiko dan Sudarni lahir pada 19 September 1972 di Kota Magelang. Ia merupakan anak ke dua dari enam bersaudara. Namun saat kakak nya masih balita meninggal dunia. Semasa kecil ia tinggal di Cilacap bersama ke dua orang tuanya, saat berumur tiga tahun kembali tinggal di Magelang bersama orang tuanya. Beliau tinggal di sebuah rumah yang sangat sederhana, karena orang tuanya hanya memiliki pendapatan yang menengah ke bawah.
Beliau pernah mencari pendidikan di bangku SD Negeri 1 Rejowinangun Selatan, SMP Negeri 8 Magelang, dan SMK Negeri 2 Magelang. Saat masih duduk di bangku sekolah ia selalu berusaha untuk meringankan beban orang tuanya, seperti membagi tugas dengan saudara-saudaranya. Tugas dibagi secara adil ada yg membersihkan rumah, menjaga adik-adiknya yang masih kecil, dan membantu orang tuanya mencari nafkah. Belia saat sepulang sekolah selalu membantu orang tuanya untuk mencari nafkah di sebuah pabrik rumahan. Setiap pulang tanpa bosan ia melakukan hal tersebut agar beban orang tuanya berkurang.
Setelah lulus dari jenjang SMA seserajat ia memutuskan untuk langsung bekerja karena untuk membiayai sekolah adik-adiknya karena hanya ia yang bisa membantu orang tuanya untuk mencari nafkah. Ia bekerja di sebuah toko tekstil yang ada di Magelang. Setalah beberapa bulan bekerja di toko tersebut ia memutuskan untuk merantau ke Jakarta untuk bekerja guna mendapatkan pendapatan yang lebih untuk menyekolahkan empat adiknya.
Di Jakarta ia pun bekerja di pabrik tekstil yang cukup mempunyai nama di Indonesia. Selama bekerja di Jakarta ia selalu menyisihkan uang penghasilannya untuk setiap bulannya dikirim ke keluarga untuk biaya sekolah ke empat adiknya. Sampai akhirnya adik-adiknya mengenyam pendidikan sampai ke tingkat universitas, walaupun ia hanya mengenyam pendidikan sampai tingkat SMA sederajat.
Saat di Jakarta ia bertemu dengan Sumardi Wiyono lelaki yang berasal dari Klaten, Jawa Tengah. Pada April 1998 akhirnya mereka memilih keputusan untuk menikah, dan pada 22 Juni 1999 lahir putri pertama mereka yang bernama Chelsy Sumardi Saputri. Setelah tujuh tahun kemudian lahir putra ke dua mereka pada 03 Juni 2006 yang bernama Graito Pringgondani Sumardi.
            Menurutnya keluarga adalah segalanya, begitu juga untuk ku. Beliau adalah segalanya, tidak hanya menjadi sosok ibu yang menyayangi keluarganya. Tetapi juga menjadi pahlawan di keluarga untuk kebaikan dan berusaha untuk yang terbaik.



1 komentar:

  1. Ya, terima kasih. Penulisan kata "ku" dirangkai dengan kata yang diikutinya --> Ibuku, pahlawanku. Konjungsi "karena", "sehingga", "apabila", "ketika", dll. yang di tengah tidak perlu diawali tanda koma (,).

    BalasHapus