Ibu
ku pahlawan ku
Nunung
Dwi Purwati, anak pasangan dari Sujiko dan Sudarni lahir
pada 19 September 1972 di Kota Magelang. Ia
merupakan anak ke dua dari enam bersaudara. Namun saat kakak nya masih balita
meninggal dunia. Semasa kecil ia tinggal di Cilacap bersama ke dua orang
tuanya, saat berumur tiga tahun kembali tinggal di Magelang bersama orang tuanya.
Beliau tinggal di sebuah rumah yang sangat sederhana, karena orang tuanya hanya
memiliki pendapatan yang menengah ke bawah.
Beliau
pernah mencari pendidikan di bangku SD Negeri 1 Rejowinangun Selatan, SMP
Negeri 8 Magelang, dan SMK Negeri 2 Magelang. Saat masih duduk di bangku
sekolah ia selalu berusaha untuk meringankan beban orang tuanya, seperti membagi
tugas dengan saudara-saudaranya. Tugas dibagi secara adil ada yg membersihkan
rumah, menjaga adik-adiknya yang masih kecil, dan membantu orang tuanya mencari
nafkah. Belia saat sepulang sekolah selalu membantu orang tuanya untuk mencari
nafkah di sebuah pabrik rumahan. Setiap pulang tanpa bosan ia melakukan hal
tersebut agar beban orang tuanya berkurang.
Setelah
lulus dari jenjang SMA seserajat ia memutuskan untuk langsung bekerja karena
untuk membiayai sekolah adik-adiknya karena hanya ia yang bisa membantu orang
tuanya untuk mencari nafkah. Ia bekerja di sebuah toko tekstil yang ada di
Magelang. Setalah beberapa bulan bekerja di toko tersebut ia memutuskan untuk
merantau ke Jakarta untuk bekerja guna mendapatkan pendapatan yang lebih untuk
menyekolahkan empat adiknya.
Di
Jakarta ia pun bekerja di pabrik tekstil yang cukup mempunyai nama di Indonesia.
Selama bekerja di Jakarta ia selalu menyisihkan uang penghasilannya untuk
setiap bulannya dikirim ke keluarga untuk biaya sekolah ke empat adiknya. Sampai
akhirnya adik-adiknya mengenyam pendidikan sampai ke tingkat universitas,
walaupun ia hanya mengenyam pendidikan sampai tingkat SMA sederajat.
Saat
di Jakarta ia bertemu dengan Sumardi Wiyono lelaki yang berasal dari Klaten,
Jawa Tengah. Pada April 1998 akhirnya mereka memilih keputusan untuk menikah,
dan pada 22 Juni 1999 lahir putri pertama mereka yang bernama Chelsy Sumardi
Saputri. Setelah tujuh
tahun kemudian lahir putra ke dua mereka pada 03 Juni 2006 yang bernama Graito
Pringgondani Sumardi.
Menurutnya keluarga adalah segalanya,
begitu juga untuk ku. Beliau adalah segalanya, tidak hanya menjadi sosok ibu
yang menyayangi keluarganya. Tetapi juga menjadi pahlawan di keluarga untuk
kebaikan dan berusaha untuk yang terbaik.

Ya, terima kasih. Penulisan kata "ku" dirangkai dengan kata yang diikutinya --> Ibuku, pahlawanku. Konjungsi "karena", "sehingga", "apabila", "ketika", dll. yang di tengah tidak perlu diawali tanda koma (,).
BalasHapus