Minggu, 29 Januari 2017

Teks Cerpen

Demam Om Telolet Om
Awal mula fenomena ini berawal dari aksi bocah-bocah tanggung di daerah Jawa Timur dalam memburu bunyi klakson bus yang terdengar 'telolet' dan merekamnya dengan telepon seluler. Kegiatan anak-anak tersebut murni hobi untuk mencari kepuasan bathin. Apalagi mendapat suara telolet yang unik dan sudah dimodifikasi.
Walaupun matahari sudah terik, udara dipedesaan itu masih saja sangat segar dan masyarakat pun masih sibuk dengan kegiatannya di tanah lapang persawahan. Namun Bu Janah sedari tadi bingung mencari anak sulungnya “Sri, Didin kemana, sudah sejak pagi tadi aku tidak melihat wajahnya?” tanya Bu Janah. “Mas Didin pergi bersama teman-temannya ke pinggir jalan raya. Katanya sih mau Telolet, Bu,” jawab Sri. “O alah, Din, Telolet ki panganan opo. Lha, mbok baca sholawat di rumah bisa untuk sangu akhirat,” jawab Bu Janah.
Bu Janah pun menyuruh Sri untuk menghampiri Didin dan menyuruhnya pulang. Setelah menemukan Didin yang sedang asyik berburu Telolet, “Mas, pulang dulu dicari Ibu,” ucap Sri. “Halah apa to Sri, bali ndisik wae, sedilit neh Mas bali,” jawab Didin yang masih asyik berburu Telolet sambil memegang kertas yang bertuliskan Om Telolet Om. “Sri nggak mau pulang kalau Mas juga belum pulang !” ancam Sri. “Iyaiya ayo bali adiku sing paling ayuuuu,” jawab Didin sambil senyum. Sri dan Didin pun pulang.
Sesampainya di rumah “Assalamualaikum Bu, ada apa Bu ?” tanya Didin sambil mencium tangan Bu Janah. “Waalaikumsalam, kamu itu dari mana Din ? Kok habis mandi langsung pergi nggak pamit, sarapanmu juga belum di makan di atas meja,” jawab Bu Janah. “Maaf Bu tadi Didin pergi sama teman-teman untuk...” jawab Didin yang kemudian dipotong pembicaraannya oleh Bu Janah “Telolet ? Telolet ki apa to? Panganan enak? Kok sampe sarapanmu aja nggak di makan. Kamu udah bosen sama masakan Ibu ?” “Mboten Bu mboten, Didin nggak pernah bosen sama masakan Ibu,” jawab Didin. “Lah trus apa?” jawab Bu Janah sedikit kesal. Didin pun akhirnya menjelaskan kepada Bu Janah “Telolet iku klakson bus atau truck yang lewat, dan para supir bakalan bunyiin kalau kita minta sambil teriak Om Telolet Om, sambil bawa kertas kaya gini Bu,” jawab Didin. “Elah Cah Lanang, daripada gitu mbok ya di rumah bantu orang tua mu, ngajari adik mu belajar, atau ibadah gawe sangu akhirat,” jawab Bu Janah karena kesal dengan kegiatan yang dilakukan Didin tidak masuk akal.

“Lah trus manfaat kui opo !”lanjut Bu Janah. “Ya Didin kan nggak mau ketinggalan sama yang lain Bu, Om Telolet Om itu lagi jadi trending topic bahkan sampe luar negeri loh Bu. Jadi Didin nggak mau kalau dibilang kudet (kurang update),” jawab Didin. “Le, koe ki wis gedhe. Harusnya tahu mana yang bermanfaat sama nggak. Boleh kamu ikut perkembangan zaman, tapi ya itu harus bisa bedain itu bermanfaat atau nggak buat kamu. Lah coba kalau kaya gitu kamu teriak-teriak, capek, kepanasan, bahaya, kelaperan juga to Cah Bagus? Mending di rumah ngerjain yang ada manfaatnya.” Jawab Bu Janah sambil menasehati Didin. “Iya Bu, maafin Didin ya,” jawab Didin. Bu Janah tersenyum, Didin pun berjanji untuk tidak mengulangi kembali.

Rabu, 07 Desember 2016

Tugas Iklan

IKLAN
Pengertian Iklan
Iklan merupakan bentuk komunikasi dari seseorang, instansi, atau perusahaan yang digunakan untuk menyampaikan informasi secara menarik agar khalayak tertarik untuk menggunakan sesuatu yang diiklankan.

Jenis Iklan berdasarkan Isi
Berdasarkan isinya, iklan dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu sebagai berikut.
Ø  Iklan pengumuman atau pemberitahuan, yaitu iklan yang bertujuan menarik perhatian khalayak umum tentang suatu hal pemberitahuan, misalnya iklan duka cita.
Ø  Iklan penawaran (niaga), yaitu iklan yang bertujuan menawarkan sesuatu, misalnya iklan barang niaga.
Ø  Iklan layanan masyarakat, yaitu iklan yang bertujuan untuk memberikan penerangan tentang suatu hal, misalnya iklan larangan narkoba, menjaga lingkungan dan seks bebas.


Jenis Iklan berdasarkan Media yang Digunakan
Berdasarkan media yang digunakan, iklan dapat dibedakan menjadi 4 macam diantaranya sebagai berikut.
Ø  Iklan radio, yaitu iklan yang disampaikan dengan efek suara.
Ø  Iklan media cetak, yaitu iklan yang menggunakan efek cetak dan gambar.
Ø  Iklan televisi, yaitu iklan yang menggunakan efek suara, gambar, dan juga teks.

Ø  Iklan baris, yaitu iklan yang disampaikan dalam sebuah kolom pada media massa cetak dan hanya terdiri atas beberapa baris. Biayanya pun berdasarkan jumlah baris yang digunakan.

Berikut contoh dari salah satu iklan layanan masyarakat :

Makna yang terkandung dalam iklan tersebut adalah mengajak masyarakat untuk menjaga bumi agar tidak terkena efek yang ditimbulkan dari pemanasan global "Selamatkan Bumi dari Efek Pemanasan Global". Matahari memakai kacamata memiliki makna bahwa suhu panas di bumi saat ini semakin meningkat dikarenakan lapisan ozon bumi semakin menipis yang diakibatkan oleh aktivitas manusia. Background berwarna orange yang memiliki makna bahwa kondisi bumi semakin panas karena pemanasan global.
Iklan tersebut terdapat gambar hutan yang terbakar yang mengakibatkan pencemaran udara, selain itu juga mengakibatkan kurangnya produksi oksigen yang bersih dan dapat mengakibatkan rawan longsor dan banjir. Begitu pula dengan truk yang dapat mengakibatkan polusi udara dan polusi suara. Bangunan-bangun tinggi dapat mengakibatkan kurangnya lahan hijau untuk daerah serapan air dan produksi oksigen bersih. Cerobong-cerobong asap pabrik yang menghasilkan asap gelap dan bau yang tidak sedap dapat menyebabkan penyakit pada masyarakat lingkungan sekitar dan dapat pula mengakibatkan pemanasan global di bumi.

Sabtu, 05 November 2016

Teks Berita

Diesnatalis Intern Party SMAN 2 Magelang ke 37

Sabtu (29/10/16) SMA Negeri 2 Magelang mengadakan acara puncak setelah melaksanakan beberapa runtutan acara seperti jalan santai, Begarlist Volley Cup yang dilaksanakan di lapangan utama SMAN 2 Magelang, Begarlist Futsal Cup yang dilaksanakan di area futsal Hotel Trio, dan konser musik Maganza Festival yang dilaksanakan di Gedung Tri Bhakti dalam perayaan ulang tahun yang ke 37. Puncak acara yang dilaksanakan yaitu intern party SMA Negeri 2 Magelang dengan tema pakaian soft party, dan dilaksanakan di Gedung A. H. Nasution.
Tatanan panggung dan ruangan sangat rapih dan indah. Tema acara intern party yaitu Hysteria (The New History of Smada), dibawakan oleh pembawa acaran Charina Nugrahaeni dan Ammar Galih. Diesnatalis Intern Party dimulai pukul 08.00 sampai 13.30 dan berjalan dengan lancar. Selain tatanan panggung dan ruangan yang indah, penampilan pun tidak kalah. Terdapat beberapa penapilan seperti band dari murid kelas X, XI, dan XII, guru pun tidak ingin kalah dan ingin ikut tampil dalam beberapa band.

Selain band ada pula penampilan flashmob, modern dance, tarian tradisional, puisi berantai, dan stand up comedy. Tidak hanya sekedar penampilan mereka yang menarik tetapi juga pengaturan dari lighting dan sound yang semakin membuat penampilan menarik sehingga para penonton tidak ingin tertinggal untuk menyaksikannya.
Puncak acara diisi oleh penampilan flashmob dari kelas XII yang mengkolaborasikan beberapa penampilan seperti tarian tradisional dan modern dance. Setelah itu diakhiri dengan flashmob. Para penonton sangat antusias untuk menyaksikannya dan tidak ingin tertinggal. "Menurut saya acara ini merupakan acara pensi yang sangat berkesan, saya berharap SMA Negeri 2 Magelang semakin sukses dan terus berkembang untuk berkreasi, tetapi juga semakin meningkatnya pula pendidikan akademisnya." Acara ditutup dengan foto bersama tiga angkatan beserta beberapa guru.



Jumat, 04 November 2016

Teks Sejarah

Ibu ku pahlawan ku

Nunung Dwi Purwati, anak pasangan dari Sujiko dan Sudarni lahir pada 19 September 1972 di Kota Magelang. Ia merupakan anak ke dua dari enam bersaudara. Namun saat kakak nya masih balita meninggal dunia. Semasa kecil ia tinggal di Cilacap bersama ke dua orang tuanya, saat berumur tiga tahun kembali tinggal di Magelang bersama orang tuanya. Beliau tinggal di sebuah rumah yang sangat sederhana, karena orang tuanya hanya memiliki pendapatan yang menengah ke bawah.
Beliau pernah mencari pendidikan di bangku SD Negeri 1 Rejowinangun Selatan, SMP Negeri 8 Magelang, dan SMK Negeri 2 Magelang. Saat masih duduk di bangku sekolah ia selalu berusaha untuk meringankan beban orang tuanya, seperti membagi tugas dengan saudara-saudaranya. Tugas dibagi secara adil ada yg membersihkan rumah, menjaga adik-adiknya yang masih kecil, dan membantu orang tuanya mencari nafkah. Belia saat sepulang sekolah selalu membantu orang tuanya untuk mencari nafkah di sebuah pabrik rumahan. Setiap pulang tanpa bosan ia melakukan hal tersebut agar beban orang tuanya berkurang.
Setelah lulus dari jenjang SMA seserajat ia memutuskan untuk langsung bekerja karena untuk membiayai sekolah adik-adiknya karena hanya ia yang bisa membantu orang tuanya untuk mencari nafkah. Ia bekerja di sebuah toko tekstil yang ada di Magelang. Setalah beberapa bulan bekerja di toko tersebut ia memutuskan untuk merantau ke Jakarta untuk bekerja guna mendapatkan pendapatan yang lebih untuk menyekolahkan empat adiknya.
Di Jakarta ia pun bekerja di pabrik tekstil yang cukup mempunyai nama di Indonesia. Selama bekerja di Jakarta ia selalu menyisihkan uang penghasilannya untuk setiap bulannya dikirim ke keluarga untuk biaya sekolah ke empat adiknya. Sampai akhirnya adik-adiknya mengenyam pendidikan sampai ke tingkat universitas, walaupun ia hanya mengenyam pendidikan sampai tingkat SMA sederajat.
Saat di Jakarta ia bertemu dengan Sumardi Wiyono lelaki yang berasal dari Klaten, Jawa Tengah. Pada April 1998 akhirnya mereka memilih keputusan untuk menikah, dan pada 22 Juni 1999 lahir putri pertama mereka yang bernama Chelsy Sumardi Saputri. Setelah tujuh tahun kemudian lahir putra ke dua mereka pada 03 Juni 2006 yang bernama Graito Pringgondani Sumardi.
            Menurutnya keluarga adalah segalanya, begitu juga untuk ku. Beliau adalah segalanya, tidak hanya menjadi sosok ibu yang menyayangi keluarganya. Tetapi juga menjadi pahlawan di keluarga untuk kebaikan dan berusaha untuk yang terbaik.



Teks Pidato

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Pertama-tama marilah kita bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas izin dan nikmat-Nya kita bisa hadir dalam rangka pembukaan pelaksanaan “PT Semen Gresik” di Kabupaten Malang.
Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para calon investor yang telah hadir dalam kegiatan suntikan dana untuk membangun pabrik semen di kawasan Malang Selatan.
Seperti yang tadi saya ucapkan, yaitu pembukaan pelaksanaan “PT Semen Gresik” di Kabupaten Malang. Namun, Saya selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Malang merasa tidak sanggup untuk proyek tersebut sebesar Rp 1,4 triliun. Kami sudah mempresentasikan kepada beberapa pengusaha semen di Sulawesi melalui PT Semen Gresik. Tetapi, sampai saat ini belum ada yang dapat memberikan kepastian kepada pihak kami.
Berdasarkan studi kelayakan yang telah dilakukan, potensi batu kapur yang merupakan bahan utama semen terdapat di lima kecamatan di Kabupaten Malang, yaitu di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Dampit, Kaliwong, dan Pagak.
Dalam kesempatan ini Saya sangat berharap kepada calon investor yang sudah datang dapat bersedia untuk menginvestasikan dana dalam proyek pembangunan PT Semen Gresik di Kabupaten Malang. Dengan adanya proyek ini kami yakin bisnis tersebut dapat menjanjikan dan tidak akan merugikan berbagai pihak, serta guna memningkatkan perekonomian di Kabupaten Malang.
Dengan demikian, kami sangat mengharapkan kerjasama para calon investor agar cepat terealisasikan.
Sekian pidato yang saya dapat sampaikan. Saya mohon maaf jika ada kekurangan selama acara, seoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati niat baik kita. Semoga rencana kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Amin.
Atas segala perhatian seluruh calon investor saya ucapkan terima kasih.


Wassalamu’alaikum Wr. Wb.